Mungkin gak sih kita memberi sebelum menunggu kaya dahulu?FEATURED 

geraiku consumer app
Geraiku sekarang sudah ada di Apple Store
25/02/2017
AdaAqua
3 bulan pertama Geraiku yang penuh perjuanganBDAY BASH 
19/03/2017

Judul diatas merupakan kalimat pembuka yang disampaikan oleh Herwinto Sutantyo, Co-Founder GERAIKU kepada anggota komunitas CAPING dan Kota Tanpa Sampah di Bintaro sabtu lalu.

Dalam hantarannya Herwinto menyampaikan bahwa memberikan bantuan tanpa menunggu pihak pemberi kaya (materi) terlebih dahulu adalah bisa dan terhormat, lebih terhormat dibandingkan menunggu memberi setelah kita kaya. “Umumnya diri kita akan merasa belum mampu untuk memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada mereka yang membutuhkan sebelum kitanya mapan, atau memiliki harta lebih, paradigma ini tidak salah namun ada baiknya bisa dilakukan walaupun kita sendiri sedang kekurangan“, imbuh Herwinto. Dalam agama, seseorang yang membantu orang lain bahkan se-ekor binatang yang sedang kesulitan sekalipun derajatnya lebih tinggi dibandingkan mereka yang menunggu membantu jika ia siap. Yang terburuk tentunya yang tidak membantu sama sekali”.

Selama berada di komunitas Camar – Penguin (CAPING), Bintaro, Herwinto memaparkan visi dasar dari Geraiku itu sendiri yaitu yang berpusat pada Purpose First Profit Later. Konsep yang digadang Geraiku cukup asing di mata awam, “bagaimana mungkin sebuah usaha di-dirikan dengan konsep tersebut? Bagaimana dengan pendapatannya? Lalu bagaimana bisa bertahan tanpa memikirkan profit?”, pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta diskusi.

Jadi sebenarnya landasan utama dari konsep “Purpose First, Profit Later” adalah untuk mendahulukan manusianya, atau menyelesaikan masalah dari konsumennya terlebih dahulu sebelum kita bisa menikmati hasilnya; dari sisi agama hasilnya adalah tabungan amal dari perbuatan baik di kemudian hari, dari sisi sosial adalah balas budi yang dilakukan oleh yang dibantu sedangkan di bisnis adalah membangun empati dari konsumen kita yang akan membantu menjualkan atau membeli produk dan jasa di kemudian hari tanpa dipaksakan dan tanpa biaya iklan. Salah satu contoh dari Purpose First Profit Later bisa dibaca dari pengalaman Sevenly ataupun Domino Pizza saat membangun bisnis (Sevenly) dan mengembalikan kepercayaan konsumen mereka (Domino); tonton keduanya disini, Sevenly dan Domino.

Menurut Domino Pizza, “Our customers are not parts of our machine, they are not the fuel behind our machine, they are people. Speak to people how they need to hear it, not how you want to say it,” Dale says. “Also remember we as marketers are translators of information… In people over profit marketing, it’s honest marketing. It’s telling the truth clearly.”, artinya bagi Domino Pizza, konsumen mereka adalah bagian terpenting dari ekosistem, konsumenlah yang menghidupi mesin pundi uang mereka oleh karenanya kejujuran dan memahami kesulitan mereka menjadi amat sangat penting untuk Domino Pizza agar selalu inovatif saat membangun produk. Diluar itu, Domino dengan mendahulukan “people over profit” artinya lebih memahami keinginan pelanggannya walaupun prosesnya mungkin tidak efisien ataupun tidak memberikan keuntungan signifikan tetapi tetap dilakukan untuk meningkatkan loyalitas serta jumlah konsumen.

kail bukan ikan

Contoh lainnya di negara kita adalah melalui istilah “memberikan kail bukan ikan“, jadi membantu dengan cara memberikan fasilitas terlebih dahulu yang kemudian diharapkan dari hasil menangkap ikan akan berbagi dengan sang pemberi kail. Karena siapa yang tidak mau diberi kail untuk mencari nafkah dan uang?

Tetapi konsep “Purpose First Profit Later” berbeda dengan “Growth First Profit Later” yang populer di kalangan startup. Mengapa demikian? Mayoritas dari startup seperti Geraiku tidak bisa melakukan yang kedua, growth first profit later karena kami bukan Alibaba atau eBay maupun Amazon, Geraiku dan startup lokal lainnya di Indonesia terutama yang mendanai sendiri operasionalnya tidak mungkin bertahan lama dengan pola kedua. Argumentasipun menyalak bahwa pola kedua akan menjadi solusi terbaik bagi pebisnis pemula karena valuasi dan lain sebagainya. Namun, jika “Growth First Profit Later” maka yang menjerit tidak saja kami tapi juga mitra kami karena untuk menunjang operasional “growing” dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan akan juga berdampak kepada mitra dan pelanggan karena fokus kita pada akhirnya adalah mencari uang untuk menutupi biaya atas berkembangnya usaha yang terlalu cepat, akhirnya profit lagi dan lingkaran lama-pun kembali berulang.

Oleh karenanya mengapa Geraiku memilih jalur pertama yaitu”Purpose First Profit Later” dan bukan berarti kami mengesampingkan profit, tapi membuat profit tersebut menjadi lebih berarti baik untuk Geraiku maupun untuk mitra kami dan konsumen Geraiku khususnya. Salah satu kegiatan dari model tersebut adalah berbagi ilmu dan resep usaha menggunakan Mitra Geraiku kepada komunitas seperti CAPING dan Kota Tanpa Sampah yang memberikan “business tools” bagi pemilik usaha kecil, rumahan dan warung agar bisa tumbuh besar bersama yang tentunya akan ikut membesarkan Geraiku.

Perjalanan kami selama sebulan lebih ini telah membuktikan hal tersebut dan semakin menambah panjang daftar teman-teman kami di saat bersamaan.

Tim Geraiku
Tim Geraiku
Geraiku.id is a hyper local program offering home services to clustered area for daily necessities starting with water, gas and groceries.

Tinggalkan Balasan